19 Nov 2014

The Boss: Buku Hitam para Penguasa

“Kenapa yang ada dipikiran kepala setiap orang hanya untuk menjadi bos dan bos, seperti monyet saja.” Kazeo (Kuzero The Explode, 2014)


Kenaikan harga bahan bakar minyak belakangan ini mengakibatkan massa mengamuk, sebab kenaikan harga tersebut diluar janji kampanye kabinet saat ini dan harga minyak dunia yang justru menurun.

Kebijakan tersebut jelas berdampak luas bagi masyarakat. Presiden sebagai penetap kebijakan mau tidak mau harus menanggung risiko mulai dari cacian, umpatan, hingga amukan massa.

Sejarah juga mengungkap beberapa pemimpin besar dimasa lalu yang pernah melakukan capital sin (dosa besar) yang dapat diterima akal maupun tidak.

Sistem Politik



Oleh karena itu, menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah yang tinggal menyuruh bawahan dan menerima beres saja. Tanggungjawab kepemimpinanlah yang diharapkan oleh rakyat dalam mengemban amanah yang disematkan.

Kegagalan kepemimpinan


Dibawah ini adalah beberapa penguasa yang gagal dalam mengemban tugasnya mulai dari hal sepele hingga hal-hal yang tidak diterima akal pikiran:

 Dipanegara



Dalam babadnya, dia mengisahkan suatu malam, seorang perempuan Cina yang menjadi tawanan diutus sebagai tukang pijitnya. Lalu, sang pangeran terlena dan berselingkuh dengan perempuan Cina itu ... peristiwa malam di Kedaren itulah yang membuatnya keok dalam pertempuran Gawok, Oktober 1826.





Soekarno

Dalam masa demokrasi terpimpin, Soekarno menerapkan kebijakan-kebijakan yang jelas-jelas menentang konstitusi, diantaranya: Kedudukan presiden, pembentukan MPRS, pembubaran DPR dan pembentukan DPR-GR, pembentukan DPAS, pembentukan Front Nasional, pembentukan Kabinet Kerja, keterlibatan PKI dalam ajaran Nasakom, adanya ajaran RESOPIM, ABRI, dan penataan kehidupan Partai Politik. Sehingga akibat ulahnya tersebut stabilitas nasional terganggu dengan munculnya Gerakan 30 September hingga keterpurukan ekonomi dan berakibat pada jatuhnya rezim orde lama.


Napoleon Bonaparte

Saat berperang di Timur Tengah tahun 1799, Napoleon bermaksud melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis ... Saat itu [ia] sedang terserang influenza ... [sehingga] ia mengatakan “Ma sacre toux” (batuk sialan). Perwira pendamping Napoleon merasa ia mengatakan “Massacrez Tous” (bunuh semua). Akibatnya [mereka] dibunuh hanya karena batuk sang jenderal dan kuping perwira yang eror.



Adolf Hitler 


Bersamaan dengan mesin perang NAZI menyapu Rusia, warga-warga sipil dipaksa jadi budak atau digunakan sebagai “hewan percobaan” dalam eksperimen-eksperimen kedokteran. Jutaan warga Sovyet ... dibunuh oleh regu tembak, dimusnahkan dalam kamar gas dan dipanggang di kamp maut NAZI bersama dengan jutaan Yahudi Eropa, para intelektual dan kaum Marxis.


Padahal Hitler sendiri merupakan keturunan Yahudi-Afrika berdasarkan uji DNA terhadap salah seorang keluarganya yang masih hidup.

http://news.liputan6.com/read/292851/menurut-dna-adolf-hitler-keturunan-yahudi
  

Harry Truman
 
Tanggal 6 dan 9 Agustus, Amerika menjatuhkan bom atom di dua kota Jepang dan membunuh hampir 200.000 orang, yang sebagian besar adalah orang sipil ... diterangkan dari tingkat analisis individual ... [Harry Truman] tidak berpengalaman dan tidak berpengetahuan tentang masalah luar negeri; ketika menjad presiden ia bahkan tidak tahu bahwa ada proyek bom atom itu. 



Marsekal Amir

Perang enam hari Israel-Liga Arab menyisakan kekonyolan. Dini hari  Israel menyerang pangkalan militer Mesir “karena kewaspadaan Mesir diwaktu fajar lemah karena pilot nya sedang menikmati sarapan sementara para komandannya masih belum masuk kantor.” Akibatnya “17 lapangan terbang milik Mesir telah diserang ... [dan] 300 pesawat terbang Angkatan Udara Mesir telah dihancurkan.” Sehingga presiden Nasser menyiratkat “Amir dianggap bertanggungjawab atas kekalahan Mesir dan akhirnya dipaksa bunuh diri.”

“Menjadi pemimpin itu awalnya penyesalan, dalam masa jabatan adalah cobaan, dan pada hari pembalasan nanti adalah siksa yang pedih.” Umar bin Khattab (579 M- 644 M)

Kesimpulan 

Jadi, tidak seperti yang kita lihat sehari-hari pada televisi tentang kemewahan para pejabat negara khususnya presiden yang hidup serba nyaman dan diperlakukan secara istimewa. Diballik itu tanggungjawab kepemimpinan adalah hal utama dan fundamental yang akan dimintai baik di dunia maupun di hari pembalasan


Disadur dari:
 
Thamrin, Mahandis Y. (2014). Kisah Tragis Sang Pangeran dan Gelora Perang Jawa. Diakses melalui majalah National Geographic Indonesia edisi Agustus, 2014.

Ita. (2013). Merekat Puing yang berderai. Diakses melalui majalah Media Nuansa Edisi Mei, 2013.

Toyoda, Toshiyaki. (2014). Crows Zero Exploded. Jepang: Toshiyaki Toyoda

Oktorino, Nino. (2014). Konflik Bersejarah: Enam Hari yang Mengguncang Dunia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Redaksi Agogos. (2011). Cara Instan Lolos SNMPTN. Jakarta: Agogos Publishing.

Cipto, Bambang. (2006). Hubungan Internasional di Asia Tenggara: Teropong Terhadap Dinamika, Realitas, dan Masa Depan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mas’oed, Mohtar. (1990). Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3S.

Archer, Jules. (1967). The Dictators, Fascist, Communist, Despots and Tyrants – The Biographies of “The Great Dictators” of The Modern Worlds. Hawthorn Book, Inc.

Easton, David. (1965). A System Analysis of Political Life. New York: John Willey and Son.

Gambar atas perkenan Google.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar