12 Apr 2014

The Founding Fathers

Organisasi, kelompok kerja sama antara orang-orang yg diadakan untuk mencapai tujuan bersama
–KBBI-

Foto : Logo OSIS

Berada di SMA tak lengkap rasanya tanpa mencicipi kegiatan ekstrakulikuler, termasuk organisasi. Kami adalah siswa-siswi SMA biasa seperti teman-teman lainnya yang datang pagi untuk belajar dan pulang di sore hari.

Tapi rutinitas tersebut agaknya membosankan, karena lima hari dalam sepekan hanya dijejali buku-buku pelajaran.

Tak Sedap Dipandang Mata

Untuk meluangkan waktu kejenuhan akibat tuntutan target sistem pendidikan yang menginginkan putera-puteri bangsa untuk menggapai nilai akademik tinggi dengan kurikulum berbasis kompetensi, tiap-tiap kami butuh yang namanya inovasi.

Sebuah wadah murid-murid mengeluarkan aspirasi dengan output dan feedback-nya, sudah seharusnya organisasi tertinggi Sekolah Menengah Atas menjadi ajang pergulatan siswa-siswi berprestasi berpartisipasi didalamnya. Tapi teori dan praktik seringkali amat berbeda.

Resolusi

Dengan CEO baru, Bapak Asep S. dan diresmikan oleh Bupati Bekasi, Bapak Sa’duddin, tanda-tanda kemegahan SMAN 1 Cikarang Utara mulai tampak satu per satu. Diharapkan ide-ide cemerlang dan semangat pembaharuan mereka mengilhami siswa-siswi untuk berprestasi.
Foto : Bupati Bekasi dan Kepala Sekolah SMAN 1 Cikarang Utara

Tapi, melihat keadaan [OSIS] yang demikian (nilai sendiri!), teman-teman yang notabene adalah kawan seperjuangan suka-duka di kelas dan sepermainan menghampiri kami-kami menjadi relawan menyelamatkan kapal yang akan karam.

Sebenarnya beberapa dari kami (termasuk saya) pernah ikut (sekali-kalinya!) dalam open reqruitment yang diadakan. Tapi, sifat dan karakter dalam diri kami rasanya tidak sesuai dengan metode yang ditawarkan dalam sosialisasi “balon ketos”. Apalagi ada oknum (demi kebaikan, nama dirahasiakan) yang secara terang-terangan melakukan provokasi dengan percekcokan kecil dengan peserta calon konvensi.

Waktu berjalan begitu panjang dan akhirnya terpilih 8 orang yang “setia” mengikuti syarat & ketentuan semenjak awal, Harly, Deden, Nisa, Sofi, Ibeth, Hafidz, Fani, dan Riris. Mereka itulah yang kemudian menjadi calon ketua OSIS SMAN 1 Cikarang Utara.

Dalam Bilik Suara

Tahapan berikutnya dan yang ditunggu-tunggu, pemilihan umum. Tidak membedakan suku, ras, agama, dan antar-golongan, yang terpenting tercatat aktif sebagai siswa sekolah dan (masih) taat membayar iuran SPP semuanya boleh ikut.

Namanya juga Indonesia, ribuan tahun kerajaan, ratusan tahun dijajah, dan baru puluhan tahun merdeka, serta satuan presiden terpilih, kami masih belum mampu menjadi masyarakat madani yang “mapan politik”. Misalnya, sebagian besar pemilih (XI IPA 2) menulis Albinuz Deka Indra sebagai ketua OSIS (tidak terdaftar), sebagian kecil pemilih (XI IPA 4) melakukan pemilihan ganda terhadap salah seorang calon, dan lain sebagainya.

OSIS 2011

Foto: Logo SMAN 1 Kab. Bekasi
Akhirnya melewati kontroversi dan labil suara, Deden Adnan (XI IPA 4) terpilih sebagai ketua. Sedikit komentar, dari kalangan survey melihat sosok-nya kurang cocok menempati posisi tersebut, sebab (mohon maaf Den) rekam jejak dan karakternya belum memenuhi kriteria sebagai  siswa nomor satu di sekolah nomor satu di Kabupaten Bekasi. Tapi (sekarang boleh bangga Den!), menurut sebagian aktifis alternatif, dia, merupakan satu (selain Albinuz) yang memiliki energi positif dalam setiap tindak-tanduknya.

Tidak perlu khawatir, karena kejayaan Majapahit ditopang oleh Maha Patih-nya, Gajah Mada. Harly Valiant dan Annisa Azzahra sebagai sosok terdepan memimpin patih-patih lainnya. Sehingga lengkap-lah kepemimpinan yang bertugas memperutuh kesatuan, lewat canda tawanya, dan kekuatan yang berpondasikan kebersamaan, lewat intelektualitasnya.

Sekarang waktunya mencari para Bhre (Gubernur) untuk menempati pos-pos keorgansasian. Sudah terdapat Bagus, Devina, Mulky, Aziz, Edo, Fani dan Michael (masih butuh dua).

Dengan obrolan ringan, akhirnya para petinggi OSIS merekrut Bambang dan Rabin melengkapi dua kursi terakhir. (diakhir jabatan, Elky suksesor Edo)

Dan lengkaplah sudah jajaran Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Negeri 1 Cikarang Utara periode 2011 (karena masa jabat sebelumnya melewati batas kadaluwarsa).

Foto: OSIS 2011

Komentar Sedikit

Ketua, memang sempat diragukan dengan terpilihnya Deden. Tapi, karekter bangsa Indonesia yang hooge gestarbied dan middlematig melengkapi pepatah “pucuk dicinta ulam pun tiba”.

Formatur, delapan orang tersebut sebagian besar merupakan “sisa” kekuasaan dinasti lama. Jadi seluk-beluk kepengurusan sudah dilahap habis tak tersisa. Dan (mungkin) ketidakpuasan kinerja kabinet lalu memacu semangat mereka memimpin sebuah revolusi.

Ketua Departemen, delapan orang ini merupakan orang-orang baru (freshmen) dalam organisasi, tapi, ada Devina Heriyanto yang bisa dibilang Goddes-nya Akademik Angkatan #34 karena reputasi dan kecerdasaannya yang sudah terkenal ke pelosok sekolah.

Anggota, ada muka lama yang diantaranya Harly, Nisa, Sofi, Ibeth, Aziz, dkk yang terus mengobar-ngobarkan “perubahan” serta muka-muka baru seperti Bambang, Rabin, Andriansyah, Elky, Rinaldi (Abot), dll yang mendapatkan tiket “VIP” tanpa harus melalui seleksi.

Anggota, ada angkatan #34 dengan mayoritas XI IPA dan minoritas XI IPS dan kelas X bilingual.

Seperti inikah, “Yang lelaki apa gerangan benar gagah perkasa, satria sejati, tampan dan keren, campuran Arjuna dan Gatotkaca, seorang satria-pandhita atau malahan ratu-pandhita? Dan manusia yang ceweknya, Srikandi kah, dengan kecantikannya yang dilukiskan orang Melayu dengan kata-kata ... Rambutnya seperti mayang terurai, alis matanya bagai lebah beriring, bibirnya mekar delima, betisnya bagai padi bertelur.....?” Lubis, Mochtar. (2001). Manusia Indonesia

Pelantikan

Pertama kalinya Wakasek Kesiswaan, Bapak Didi Rosidi, didampingi Triumvirat Pak Babay, Pak Ghofar, dan Bang Usep sebagai pembina sekaligus pembimbing OSIS.

Foto 3: Triumvirat

Mereka inilah yang bertanggungjawab dalam napak tilas perjalanan OSIS setahun berjalan.

Bersama para mantan Ketua Osis periode-periode sebelumnya dan ketua-ketua lainnya, mereka berkumpul menyempatkan waktunya melakukan pelantikan OSIS 2011. Dari sini tanda-tanda kejayaan OSIS mulai terdongkrak, parah banget sumpah pelantikkannya, dari fisik, mental, jasmani, bahkan rohani kita rasain semuanya.

5L (lemah, letih, Lelah, lesu, lunglai) membawa kita dalam makna “apa itu kebersamaan”.

Acara

Acara pertama putera-puteri Sekolah, sepi, senyap, sendu, karena struktur kepanitiaan amatir, materi acara labil, dan konsep alih tugas berantakan. Wajar lah masih nervous. Yang terpenting adalah putera-puteri sekolah sudah terpilih, Alhamdulillah.

Evaluasi pertama, kata-kata bijak hingga ucapan-ucapan ibu tiri menggelora dalam ruangan sekretariat OSIS ( bagian Timur samping gudang peralatan). Kembali diwacanakan “perubahan, perubahan, perubahan.”

Terpilih Rabindra mengomandoi acara kedua, perpisahan angkatan #33, dari sini mulai tumbuh tunas-tunas harapan rakyat Sakura, sebab ketegasan muncul dengan di “kartu merah”-kan seorang ketua divisi karena kurang berkontribusi, dan hasilnya secara keseluruhan sungguh luar biasa. Banjir pujian, banjir pemasukan, banjir dukungan dari seluruh warga SMAN 1 Cikarang Utara. Selamat!

Seputas MOS dan GEMANSA

Harly memimpin acara berikutnya, Masa Orientasi Siswa, bekerja sama dengan yayasan Bina Insani. Terbentuk-lah TPD, TPK, dan TKS. Masing-masing karakter mengisi pos masing-masing sesuai tradisi.

Di SMA, terjadi sedikit kesalahpahaman antara pihak sekolah dengan OSIS yang mengakibatkan beberapa anggota mengalami tekanan psikologis dari komite sekolah.

Di Loji, terjadi sedikit ketidakpuasan pembimbing OSIS terhadap kinerja partner acara dan mengakibatkan anggota OSIS melakukan “stretching malam hari”.

Dari awal hingga akhir acara ini meneruskan tradisi emas acara sebelumnya, dengan pemasukan berlebihan, menjadikan OSIS sebagai perusahaan “nyekill” tingkat pertama diatas organisasi-organisasi lainnya di sekolah, dan menarik minat para peserta untuk kemudian berebut menjadi anggota penerus OSIS 2011-2012. Selamat sekali lagi!

"Jeleknya mereka, jeleknya OSIS. Bagusnya mereka, bagusnya OSIS juga."
-Sapta Hadi Bagio-

foto: adik kelas yang ngefans dengan pengurus OSIS
Dengan waktu yang cukup singkat, acara berlanjut dengan Gema Ramadan Sakura bekerjasama dengan Ekskul Rismaci. Merger dua organisasi ini sempat menimbulkan ego masing-masing, mengklaim siapa dan apa. Namun kedua institusi yang dipandang sebagai panutan berhasil menuntaskan kewajiban. Selamat lagi!

Penyedap Rasa

Dari perjalanan awal hingga Gemansa, konflik vertikal (sekolah-OSIS) dan horizontal (internal OSIS) tidak dapat dielakkan. Namun perselisihan tersebut masih dalam batas “isu-isu murahan”, mulai integritas pengurus, cinta segitiga, sampai “kaka-ade”an merasuk ke dalam organisasi, sehingga tali pengaman sedikit agak kendur. Hampir-hampir saja terjadi perpecahan, namun sikap negarawan dan amanah dapat menutupi “borok” birokrasi politik tersebut. Dari semua itu kami belajar satu hal, kesempurnaan! Kebaikan tidak akan dicapai tanpa ada yang namanya kesalahan, fajar harapan terbit setelah gelapnya malam gulita.

Foto: Tagline OSIS 2011

Reach to The Top

Dengan tema “Journey to The Age”, secara mutlak Andriansyah terpilih sebagai tonggak harapan kesuksesan acara puncak OSIS 2011. Seperti halnya ketua OSIS, sifat dan karakter-nya agak “ucul”, tetapi sekali lagi ditopang oleh tenaga-tenaga muda Indra Muhammad, Amelia, Puspa, Meila, dkk, sebagai penghormatan dan pembelajaran untuk masa depan OSIS SMAN 1 Cikarang Utara.

“Setelah dirumuskan konsensus nasional itu, maka pucuk pimpinan nasional (misalnya presiden) bertugas sebagai penyeru rallying cry (seruan pemersatu dan pemberi semangat dalam perjuangan) sedang para pemimpin masyarakat ( diantaranya kabinet) bertindak sebagai garda depan (avant grade).” KM, Saini. (2002). Kesempatan Kedua bagi Nasionalisme.

Foto: Struktur Kepanitiaan

Tidak main-main, dengan estimasi dana besar dan rangkaian acara maha banyak menguras tiap-tiap individu. Dari sini-lah kami kemudian belajar makna sebenarnya dari gotong-royong khas bangsa Indonesia. Sebaran proposal, antar-jemput franchise, kunjung alumni, dll, kami alami bersama. Alhamdulillah, dimulai amplop angkatan pak Babay, sponsor, hingga dana sekolah mampu menutupi besarnya anggaran (malahan lebih).

Foto: Panitia Dies Natalies
  

Acara pun lagi-lagi cleansheet dengan sorak-sorai kegembiraan civitas akademik SMAN 1 Cikarang Utara, tamu-tamu kehormatan, dan tamu-tamu undangan, maupun rekan-rekan OSIS SMA lainnya. Lagi-lagi selamat!

"Kami selaku wali orangtua murid SMA Negeri 1 Cikarang Utara
merasa bangga kepada panitia OSIS (khususnya) yang telah
menyelenggarakan acara Dies Natalies SMA Negeri 1 Cikarang Utara."
-Asep Saefullah-

Rangkaian Acara Penutupan

Michael mengambil alih kesuksesan berikutnya dengan melangsungkan Classmeeting. Terus-menerus berhasil meraup profit dari hasil acara disamping ikut melibatkan seluruh siswa-siswi SMAN 1 Cikarang Utara.

Aziz menutup kejayaan singgasana OSIS 2011 dengan regenerasi kepengurusan dan open reqruitment OSIS 2011-2012. Perpisahan indah ala FTV disuguhkan, ia bersama rekan-rekan berhasil melahirkan generasi terbaik berikutnya, OSIS 2011-2012.

IQ, EQ, dan SQ


  • Tingkat kecerdasan pengurus OSIS dapat dikatakan diatas rata-rata, sebab peserta perlombaan akademik Kabupaten hingga Nasional berada didalamnya.
  • Tiap-tiap dari kami berkomitmen menjadi lambang, simbol keteladanan murid-murid SMAN 1 Cikarang Utara yang menjunjung tinggi nilai dan norma civitas pendidikan.
  • Kami terdiri dari empat penganut agama resmi di Indonesia, Islam, Nasrani, Hindu, dan Buddha. Setiap diri saling tepa salira, dengan menghormati dan menjunjung tinggi kepercayaan yang dianut masing-masing.
Eksekutif, Legislatif, dan Yudisial

OSIS melakukan rangkap jabatan dengan:

  • Jiwa maskulin sebagai stakeholder keputusan.
  • Segi feminim merancang kebijakan yang akan diambil berdasarkan metode-metode ilmiah.
  • Konsensus digunakan sebagai penyeimbang kekosongan MPK dalam membatasi langkah-langkah yang diambil OSIS.
Generasi Terbaik dari Generasi Terbaik

Foto: OSIS 2011-2012

OSIS 2011-2012 dipimpin oleh tiga serangkai Indra, Tommy, dan Meila. Dan untuk pertama dan terakhir kalinya, mereka memberikan kerja terbaiknya dalam acara perpisahan angkatan #34 di gedung serbaguna PGRI, Tambun.


Kinerja OSIS ini lebih baik diceritakan oleh kalian yang melakukannya secara langsung.

Generasi Terbaik dari Generasi Terbaik dari Generasi Terbaik

Foto: OSIS 2012-2013



Masa bakti Indra dkk pun berakhir dan bertolak pemegang tongkat estafet selanjutnya adalah Seno dan kolega. Satu yang saya perhatikan adalah blog acara DN #31 yang merupakan bukti bahwa tradisi kesuksesan The Founding Fathers berlanjut dengan berkembangnya media konvensional hingga digital.
 
"OSIS periode ini (2011) adalah OSIS yang terbaik bagi saya."
-Sapta Hadi Bagio-

Kamilah Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Negeri 1 Cikarang Utara (Kab. Bekasi)
Tapakilah jejak kami :)




 
 

























































































2 komentar:

  1. Salam Hangat untuk keluarga gue, rekan, sahabat, teman dan satu seperjuangan.
    Blog ini sangat sukses membuat gue terharu, galau dan kangen dengan lo bang.
    "Semua ini Hasil Kerja keras kita Bersama bukan Sendiri"

    Inget pesan pa babay utk sll bertanggung jawab walaupun lo sudah menjadi alumni.

    Semangat dan semoga sukses buat lo.
    Sampai ketemu dengan membawa Kesuksesan masing - masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe
      siap pak Ketua, ketika ada masalah ingat bahwa kita pernah besar dan merupakan modal besar untuk masa depan :)
      jangan pernah biarkan kesalahan-kesalahan kecil menghapus jasa besar kita semua :D

      Hapus